Sumatra Utara – Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (KUTEPAT) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) merupakan salah satu ruas strategis yang tergabung dalam Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan menjadi wujud nyata kontribusi negara dalam mendorong pemerataan ekonomi serta percepatan pembangunan daerah.
Hampir di seluruh seksi yang ada di ruas tol Kutepat saat ini telah beroperasi yakni Tebing Tinggi – Indrapura, Kuala Tanjung – Indrapura, Tebing Tinggi – Dolok Merawan – Sinaksak dan Sinaksak – Simpang Panei yang baru dibuka secara fungsional pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025/2026) pada 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 lalu.
Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin menyampaikan bahwa saat ini jalan tol Kutepat yang melintasi sejumlah wilayah di Sumatra Utara tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung antar daerah, tetapi juga berperan strategis sebagai penggerak roda perekonomian.
“Ruas tol Kutepat hadir sebagai infrastruktur jangka panjang yang tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka akses menuju kawasan industri, pelabuhan, dan destinasi pariwisata unggulan di Sumatra Utara. Ruas ini juga telah menjadi urat nadi dalam memperlancar distribusi barang, pariwisata dan investasi sehingga dapat membuka peluang baru bagi tumbuhnya pusat ekonomi lokal.” imbuh Dindin
Dindin menambahkan kehadiran ruas tol Kutepat menjadi primadona baru bagi masyarakat Sumatra Utara karena mampu meningkatkan efisiensi waktu tempuh. Hal tersebut terbukti pada masa Nataru 2025/2026, animo masyarakat yang melintas melalui ruas tol Kutepat cukup ramai
dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Tercatat lebih dari 599 ribu kendaraan telah melintas di ruas tol Kutepat pada periode Nataru kemarin. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa ruas ini telah menjadi andalan masyarakat dalam mendukung kelancaran mobilitas, meningkatkan kenyamanan perjalanan, serta
memperkuat konektivitas antarwilayah.” tambah Dindin.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara sekaligus akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo menyampaikan bahwa ruas tol Kutepat Seksi Kuala Tanjung – Indrapura berpotensi menjadi jembatan strategis dalam meningkatkan perekonomian Sumatra Utara. Ruas tol tersebut mempercepat akses menuju kawasan industri, seperti Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, sehingga mendukung kelancaran distribusi logistik.
“Ini merupakan berita yang sangat baik bagi pemerintah dan para investor untuk dapat mengoptimalkan kembali Pelabuhan Kuala Tanjung karena dengan akses yang semakin efisien, aktivitas bongkar muat meningkat dan kapal pengangkut barang semakin banyak bersandar di Pelabuhan Kuala Tanjung sehingga dapat menaikkan pendapatan perekonomian bagi warga sekitar,”ujar Wahyu.
Transformasi logistik juga menjadi bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar ketiga yang mencakup pada pengembangan infrastruktur. Kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan biaya logistik nasional hingga sekitar 8%, guna meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong daya saing produk dalam negeri di pasar nasional maupun global.
Wahyu juga mengatakan ruas tol Kuala Tanjung – Indrapura dapat menjadi jawaban atas pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara karena dinilai mampu mempercepat konektivitas logistik, menekan biaya distribusi logistik dan dapat mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan serta investasi. Selain itu pemanfaatan Rest Area KM 99 Tebing Tinggi – Indrapura untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekitar juga berdampak positif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Infrastruktur ini memiliki peran penting untuk mendukung perpindahan barang serta masyarakat agar semakin efektif. Maka dari itu, telah beroperasinya ruas tol Kuala Tanjung – Indrapura dapat menjadi pintu utama keluar masuknya barang sehingga berpotensi untuk meningkatkan perekonomian di Sumatra Utara,” imbuh Wahyu
Wahyu menambahkan selain seksi Kuala Tanjung – Indrapura, Seksi Tebing Tinggi – Dolok Merawan – Sinaksak dan segmen Sinaksak – Simpang Panei juga sangat berpotensi untuk memajukan perekonomian pariwisata daerah tersebut karena semakin dekatnya konektivitas menuju Kota Pematang Siantar dan kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
Ruas tol Kutepat yang dikelola oleh Hamawas juga terintegrasi dengan sejumlah ruas tol lainnya, seperti tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi yang dikelola Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT), serta tol Indrapura – Kisaran yang dikelola oleh Hutama Karya (HK). Dengan konektivitas yang semakin luas, jalur logistik dan transportasi di wilayah ini akan semakin efisien, mendukung pertumbuhan industri serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Hamawas menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berkendara sesuai dengan ketentuan yang berlaku di jalan tol. Berkendara dengan kecepatan maksimum 80 km/jam dan minimum 60 km/jam serta tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat, pastikan juga kecukupan saldo dan kondisi fisik kartu uang elektronik Anda.
Apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol, agar segera melapor ke Call Centre Kutepat di +62 812 9595 3536.